Senja Moktika
(Dan Kekasihnya)

Senja Moktika dan kekasihnya

Senja Moktika dan Banyu Biru,
tinggal di suatu daerah kecil dekat pantai.

Senja memiliki seorang kekasih yang merupakan sahabatnya dari kecil, yaitu Banyu Biru. Senja yang hobi melukis biasa memanggil kedua orang tuanya dengan sebutan “Ayah” dan “Bunda” dan memiliki seorang adik bernama Srimaya. Banyu sendiri tinggal bersama ibunya, Tante Sohita, yang memiliki sebuah sanggar tari. Berteman dengan seorang seniman tato yang bernama Jamal, Banyu kemudian mendapatkan tato pertamanya.

Cerita Senja & Banyu

cerita senja dan banyu 12 tahun yang lalu

Cerita Senja dan Banyu: 01. Dua Belas Tahun yang Lalu

Tubuhku bahkan lebih tinggi darinya. Banyu selalu bertubuh kurus namun terlihat kokoh dengan kulit coklat, menurutku seperti sebuah tongkat bisbol kayu. Itulah perjumpaan pertamaku dengan Banyu. Tetangga yang bertemu di pinggir jalan. Yang satu terengah-engah, yang satu lagi tengah bersepeda dengan riang gembira.
cerita senja dan banyu kami dan pubertas

Cerita Senja dan Banyu: 02. Kami dan Pubertas

Aku ingat betul lesung pipinya. Banyu yang manis. Saat itu tubuhku masih lebih tinggi dari Banyu, hingga setahun kemudian, gantian dia yang memasuki masa pubertas hingga akhirnya tubuhnya menjulang tinggi dan dadanya menjadi begitu bidang. Banyu, sahabatku.
cerita senja dan banyu cinta pertama banyu

Cerita Senja dan Banyu: 03. Cinta Pertama Banyu

Dan hari-hariku kemudian dipenuhi oleh cerita kasmaran Banyu dengan Anala yang tidak berlangsung lama. Masa pendekatan yang hanya satu bulan, Banyu yang memang cukup tampan, lalu bisa mengambil hati gadis pujaannya. Itulah cinta pertama Banyu.

Quotes

  • We are travelers on a cosmic journey, stardust swirling and dancing in the eddies and whirlpools of infinity. Life is eternal. We have stopped for a moment to encounter each other, to meet, to love, and to share. This is a precious moment. A little (parenthesis) in eternity.

    Paulo Coelho
  • Who needs life when you have a spaceship?