Day

May 28, 2012
“Mari, mari pergi yang jauh”, begitu katanya. Aku mendongak, berhenti memandangi teh hangatku yang sedari tadi tidak habis diseruput. “Aku serius”, katanya lagi. Mataku terpejam, kata-kata itu memenuhi kepala, seakan tidak ingin keluar lagi. Telingaku berdengung. Aku mendadak menggigil. “Jangan, jangan lari lagi”, kataku kemudian. “Aku lelah, kawan. Aku lelah, terlalu lelah.” Ia menggigit bibir....
Read More