Adakah Dia yang Kebetulan?

Bagi kamu yang tidak percaya dengan keberadaannya, mungkin aku tidak bisa bicara apa-apa. Semua itu kan pandangan masing-masing dari kita. Pandanganku, pandanganmu. Ya, berbeda. Lagipula, siapa sih kebetulan itu? Hmm…

Jujur, aku juga tidak kenal betul siapa dia. Tapi, dia lah yang menghantarkanku ke waktu sekarang, yang menghantarkanku ke momen-momen yang sama sekali tidak terduga. Dia memberiku ribuan kejutan setiap harinya, memberiku kesempatan, dan terkadang malah teka-teki.

Adakah dia yang kebetulan? Jujur, aku pun bingung. Tapi, aku hampir selalu percaya ada yang namanya kebetulan. Kebetulan yang mempertemukan, kebetulan yang mengikhlaskan, dan kebetulan yang mengajarkan banyak hal.

Kebetulan mungkin dimaknai sebagian orang sebagai dia yang datang dan pergi begitu saja, iseng katanya. Sebaliknya, aku lebih mempercayai keberadaanya untuk satu tujuan. Tujuan yang jelas akan membawaku ke misteri-misteri lain. Misteri-misteri yang akan segera datang, segera berjumpa denganku.

Begitu pula dengan setiap perjumpaan yang sering kumaknai sebagai sebuah kebetulan. Bertemu denganmu, kamu yang bertemu denganku, aku bertemu dengan kalian, kami yang bertemu dengan Anda, aku yang bertemu dengan Dia, dan kamu yang bertemu dengan Dia.

Setiap perjumpaan memberikan makna. Setiap kebetulan memberikan cerita. Semua itu untuk kejutan-kejutan lainnya.

Reply