By

Josefine Yaputri
Jika ada yang bertanya mengapa aku memilih Banyu sebagai pacar pertama—ah. Aku tidak bisa begitu saja bilang bahwa aku memilihnya atau dia memilihku. Yang aku rasakan hanyalah rasa nyaman yang tidak tergantikan; rasa nyaman yang bahkan tidak pernah kurasakan dari kedua orang tuaku maupun dari adikku, Srimaya.
Read More
The first day of April 2015. Ten more days before I turn 23. Time has flown too fast—as it always does. And it’s been more than a month since I last published a post in my blog.
Read More
Sebagai seorang warga Indonesia keturunan Tionghoa yang tidak bisa berbahasa Mandarin, saya kadang bertanya-tanya mengenai bilingualisme. Sebegitu pentingnya kah kemampuan berbahasa, terutama bahasa asing?
Read More
Apa yang kamu rasakan di tahun baru kemarin? Sudah hampir dua minggu tahun baru 2015 berlalu. Pada malam 31 Januari 2014 yang lalu, saya mempunyai dua pilihan yang sama sekali berbeda di Pulau Yiliet, Misool, Raja Ampat. Pertama, tidur dan meringkuk di kamar kantor yang cukup hangat dan gelap. Kedua, menunggu tamu-tamu kapal pesiar tiba...
Read More
Ayah mengangkat wajah, kemudian menyeruput secangkir kopi Aceh yang diberikan Tante Sohita, ibunda Banyu. Sudah cukup lama dia mengisi kolom TTS di koran hari Minggu. Kira-kira sudah satu jam. Kulihat Bunda tertidur menyamping di sofa dengan kepala yang menindih tangan kanannya sendiri.
Read More
Sudah dua bulan berlalu sejak saya pertama kali bertemu dengan Anida Dyah tanpa sengaja di Jogjakarta. Anid, begitu dia biasa dipanggil, adalah sosok perempuan mungil yang ceria, dengan intonasi suara yang khas—begitu dewasa dan menenangkan. Dan kali ini, saya akan menceritakan bagaimana saya membawanya ke Papua.
Read More
Seperti nama blog ini, Senja Moktika, saya selalu menemukan “Senja” sebagai sesuatu yang spesial. Senja yang memang lebih sering muncul dalam semburat jingga, selalu berhasil menenangkan mata dan hati. Barisan warna-warni senja bahkan lebih mencolok mata daripada tumpukan gulungan kain yang saya temui di toko-toko Passer Baroe.
Read More
Ini kali pertama saya membaca cerita perjalanan dalam sebuah perjalanan dari kacamata seorang pejalan. Di waktu-waktu sebelumnya, saya membaca dari kacamata seorang mahasiswi yang menulis skripsi tentang catatan perjalanan yang ditulis oleh perempuan. Meski dari kacamata yang sama sekali berbeda, membaca cerita perjalanan memang selalu menyenangkan, terutama ketika saya bisa menghubungkannya dengan pengalaman-pengalaman saya sendiri.
Read More
Wah! Tahun baru 2015 sudah tiba! Tanpa terasa, tahun 2014 berlalu dengan begitu saja. Lalu, apa resolusi tahun barumu?
Read More
Adakah yang lebih menyenangkan daripada tenggelam dalam imajinasi yang romantis?
Read More
1 2 3 4 12