Bali, 15 Agustus 2012 – Hari Pertama

Aku masih ingat sekali penerbangan yang kulewati pada tanggal 15 Agustus 2012 yang lalu. Hari itu adalah hari yang cukup panjang dan melelahkan, apalagi dua hari sebelumnya aku tengah menjadi panitia PSA FIB UI 2012 dan harus terjaga seharian penuh sejak pukul tiga pagi. Ah, tapi ini tidak penting. Yang penting adalah awal perjalananku di Bali, yaitu pada hari Rabu, 15 Agustus 2012.

Pada Rabu siang itu aku terbang dengan penerbangan pukul 12.30 dan aku membawa koper terbesar seberat 16 kilo atas saran Mama dan adikku–Joan. Seperti biasa, aku selalu packing pada beberapa jam sebelum keberangkatan dengan santainya, sementara orang-orang di sekitarku malah kebakaran jenggot karena takut aku ketinggalan pesawat. Intinya, aku tidak terlambat dan tiba tepat waktu di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Malah, aku, Mama, dan Joan sempat makan siang dulu di Restoran Bakmi GM.

Penerbangan itu adalah penerbanganku sendirian untuk yang kesekian kalinya. Banyak orang mungkin takut tubuh kecilku akan hilang ditelan keramaian atau bahkan terselip di kabin pesawat–tapi tenang, aku selalu berhasil tiba di tempat tujuanku dengan selamat.

Musim libur Lebaran sekaligus Hari Kemerdekaan Indonesia membuat hari tibanya aku di Denpasar terasa lain. Bendera merah-putih berkibar di mana-mana dan banyak sekali turis baik lokal maupun luar negeri yang berlalu lalang di bandara. Berusaha memerangi rasa penatku akan keramaian (seperti biasa), aku pun berhasil berjalan menuju terminal kedatangan dalam negeri untuk bertemu Ryan Feinstein dan teman-teman baru (baca: wanita-wanita inspirasional dari belahan dunia lain) yang juga tiba hari itu. Penerbanganku tentu berbeda dengan mereka karena penerbanganku hanya berlangsung selama 1 jam 20 menit, sementara kebanyakan dari mereka harus terbang lebih dari 20 jam agar bisa tiba di Denpasar, Bali, Indonesia. Wajah-wajah mereka terlihat lelah, namun tetap terlihat sangat bersemangat. Inilah energi yang kusukai dari mereka, energi positif pembawa semangat. Mereka yang tiba bersamaku di bandara menuju Ubud adalah Barbara Jefferson, Sonja Basha, Melanie Leanne, dan Anna Wagner. Mereka berempat adalah sahabat pertamaku di YWLT 2012.

Setelah penerbangan yang cukup panjang, kami pun mengikuti perjalanan menuju Ubud. Euforia tentang negara Asia yang begitu berbeda memenuhi dada keempat sahabatku. Mereka begitu terkejut melihat banyaknya pengendara motor wanita yang terlihat keren di jalanan. Ramainya jalanan dengan mobil dan motor yang awut-awutan menjadi keindahan tersendiri bagi mereka. Juga pemandangan sebuah pertandingan sepak bola di tanah lapang terbuka dengan puluhan penonton yang mengelilingi.

Lalu kami akhirnya tiba di Madra’s Homestay yang dihuni oleh beberapa anjing yang awalnya cukup membuatku takut. Homestay bergaya rumah Bali ini dimiliki oleh Bapak Madra dan istrinya. Di sini ada banyak kamar yang disewakan untuk homestay para turis yang datang ke Ubud. Malam itu pulalah aku berkenalan dengan teman sekamarku yang berasal dari Brazil–Kelly Christina da Silva. Malam pertamaku di Ubud ditutup dengan dinner yang begitu lezat, yaitu seporsi Spaghetti Aglio Olio dari restoran Pizza Bagus, Ubud.

Sangat menyenangkan!

Reply