Bersama Adeline

IMG_0058

Pernahkah kamu menghitung jumlah sahabat yang kamu miliki? Pernahkah kamu merasa kesepian dan menyadari bahwa tidak ada seorangpun yang benar-benar bisa kamu ajak berbagi cerita?

Aku? Sering.

Kenyataannya, aku sering kali cemburu pada orang lain yang memiliki banyak sahabat baik; yang telah menjalin persahabatan selama bertahun-tahun; yang tidak pernah putus komunikasi sama sekali dengan para sahabat-sahabatnya.

Aku sendiri mengenal diriku sebagai seseorang yang cukup mudah bergaul–mudah akrab dengan orang-orang baru, mudah beradaptasi dengan lingkungan baru…..tapi aku seringkali menjauh dengan orang-orang yang telah akrab denganku. As simple as that. 

Sampai usiaku delapan

belas tahun, aku tidak pernah benar-benar yakin bahwa aku sungguh memiliki seorang sahabat yang bisa diajak berbagi segalanya. Sahabat pertamaku adalah adikku sendiri–Joan. Joan adalah sahabat yang paling mengerti aku, apalagi karena kami selalu berbagi kamar sejak kecil.

Lalu, siapakah sahabat-sahabatku kini?

Salah satunya adalah Adeline Prayoga atau yang biasa kupanggil Eline.

Pada mulanya, Eline bukanlah sahabatku melainkan sahabat adikku–Joan. Sosok Eline selalu membuatku tersenyum, tertawa, sekaligus membuatku terinspirasi. Banyak sekali hal dalam dirinya yang tidak pernah berhenti membuatku kagum. Kenyamanan yang diberikan oleh dirinya membuatku mengerti bahwa seorang sahabat memang benar-benar ada.

Ia–Eline, selalu bisa bicara to the point. Kata-katanya kadang bisa sangat tajam, tapi selalu berhasil membuka mata dan pikiran.

Eline selalu tahu apa yang dia mau. Eline selalu tahu apa yang harus dilakukannya. Waktu di SMA-nya dulu, ia adalah seorang murid teladan. Badannya yang kecil mungil tidak pernah menghalanginya mengejar segala mimpinya yang besar. Ia sangat jago diving, ia sangat cinta laut. Sekarang ia tengah mengenyam pendidikan di Hawaii Pacific University dengan program beasiswa dan tekadnya yang besar selalu berhasil mengantarkannya ke hal-hal yang ia inginkan.

Eline memiliki banyak teman. Ia adalah sosok seorang gadis yang supel.

Ia menyukai tantangan dan sangat pemberani. Ia seorang pekerja keras yang jarang mengeluh.

Eline sangat suportif dan tidak pernah berhenti memberikan dukungan. Ia adalah salah satu orang yang membuatku yakin bahwa aku akan bisa melanjutkan studi Masterku di Amerika Serikat beberapa tahun lagi. Ia adalah salah satu alasan mengapa aku begitu mencintai laut dan ingin mengeksplor segala isinya. Aku ingin bisa menyelam di laut-laut yang indah bersama Eline di waktu yang akan datang. 🙂

Hari Minggu ini, 13 Januari 2013, Eline akan kembali ke Hawaii untuk melanjutkan studinya sekaligus bekerja paruh waktu. Dengan beberapa kali pertemuan singkat selama liburan ini, aku telah belajar banyak hal. Aku menjadi lebih bersemangat dalam mengejar impian-impianku.

Desember tahun ini Eline akan lulus kuliah dan ia harus tinggal dan bekerja selama kurang lebih setahun di AS. Hal ini sedikit banyak membuatku sedih, selama hampir dua tahun aku tidak akan bertemu dengan Eline–kecuali aku bisa mengunjunginya di sana.

Bersama Adeline, aku telah belajar banyak hal. Bersamanya, aku telah mengerti seperti apa sosok seorang sahabat yang sesungguhnya.

Thanks, Line. Please take a good care of yourself no matter what happens. 🙂

Thanks for being such a lovely little sister from different parents :p

 

Reply