Category

Puisi
Ketika keraguan ini dibawa, tidak ada hal lain yang ingin aku lakukan selain menenggelamkan diri. Ini adalah waktu yang sama sekali berbeda. Waktu di mana aku benar-benar merasa ragu.  Di suatu siang, aku menerima sebuah e-mail dari salah seorang temanku di AS, namanya Sonja Basha. Kepada tiga belas peserta Young Women Leadership Training 2012 (YWLT...
Read More
Malam ini aku diuji, mana yang harus kuandalkan. Intuisikah? Logikah? Atau malah orang lain? Atau?
Read More
Absurditas itu hadir ketika kamu mulai merasa asing di antara semua yang kamu kira kamu kenal. Semua yang kamu kira kamu benar-benar pahami dan mengerti. Lagi-lagi, mungkin bukan kamu, tapi aku. Absurditas bisa muncul dari sebuah keterkejutan…..atau lebih? Menemukan hal-hal yang tidak pernah terasa nyata, hingga akhirnya benar-benar terjadi. Pandanganku buram, rasanya begitu suram, dan...
Read More
Pernahkah kamu merasakan sebuah perasaan yang seperti ini? Ketika kamu berada di rumah, rasanya tidak seperti pulang ke rumah. Ada yang asing, banyak yang bikin pusing. Dan ketika kamu jauh dari rumah, rasanya justru jauh lebih lega. Tapi tanpa sadar, ada kesalahan yang kamu buat. Kamu telah membiarkan orang-orang di rumahmu menanggung bebannya sendiri. Ini...
Read More
Bagi kamu yang tidak percaya dengan keberadaannya, mungkin aku tidak bisa bicara apa-apa. Semua itu kan pandangan masing-masing dari kita. Pandanganku, pandanganmu. Ya, berbeda. Lagipula, siapa sih kebetulan itu? Hmm… Jujur, aku juga tidak kenal betul siapa dia. Tapi, dia lah yang menghantarkanku ke waktu sekarang, yang menghantarkanku ke momen-momen yang sama sekali tidak terduga....
Read More
Pikiran ini muncul, sekelibat saja. Semua ini begitu nyata, sekaligus begitu semu. Akukah satu-satunya orang yang merasa begitu? Orang bilang, ini adalah sebuah perasaan yang sepatutnya memberikan kebahagiaan. Sebaliknya, perasaan ini justru memberikan kegelisahan. Ah, lagi-lagi, sekelibat saja. Kuingat betul gesturmu. Kuingat betul tuturmu. Kuingat betul berjumpa denganmu. Lagi-lagi, sekelibat saja. Dan lebih baik, aku...
Read More
Aku membuka pagi dengan segelas susu hangat. Bukan, bukan secangkir teh hangat. Belum, belum saatnya. Masih terlalu pagi. Susu membuatku ingin tidur lagi dan secangkir teh membuatku ingin bangun terus. Mataku menerawang. Mencari sisa-sisa mimpi yang kuhela semalam. Tidak ada satu momen pun yang bisa teringat jelas. Sayang sekali. Hidup ini begitu absurd, sampai terkadang...
Read More
Malam yang dingin, aku mengaduh. Tidak ada suara riuh, tapi tak juga sepi sendiri. Angin bertiup, ingin melelapkan yang masih terbangun. Dingin, dingin. Kini aku merintih. Tak ada pelukan, tak ada bisikan. Aku benar-benar sendirian. Mengapa harus merintih? Tidak ada luka, kan? Benar juga. Malam menuju pagi. Aku tak bisa tidur lagi. Malam ini begitu...
Read More
Terkadang ada saatnya aku merasa tidak kenal dengan sekitarku, dengan identitasku. Tapi ada saatnya juga aku merasa terlalu kenal, terlalu menyatu. Aku ingin berbaring di sini, menangisi hari. Aku ingin bangkit, menahan sakit. Aku ingin, aku ingin… Terlalu banyak yang rasa ingin. Ah, aku terlalu banyak berpikir. Iya, kan? Dan lagi, aku bertanya sambil berpikir....
Read More
Lagi-lagi, gerimis memerciki tempatku berpijak. Hari ini hari Rabu, masih terasa kelabu seperti Senin yang lalu. Bedanya, saat ini aku tengah dalam perjalanan menuju ‘rumahku’ yang lain. Begitu cepat waktu berlalu, begitu banyak yang dilewati–tanpa kita sadari. Oke, mungkin hanya aku yang tidak menyadari. Waktu adalah seekor burung yang tidak memiliki sayap, namun menjadi burung...
Read More
1 2 3