Category

Cerita di Sekeliling
Hai! Nama gue Sefin dan gue adalah mahasiswi Sastra Inggris 2010. Bagi diri gue sendiri, FIB bukan hanya sekadar fakultas yang memiliki singkatan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya di Universitas Indonesia alias UI. FIB juga bukan cuma sebuah fakultas dengan sembilan gedung tua, banyak tempat nongkrong, serta tempat-tempat baru yang lagi dibangun dan direnovasi. FIB lebih...
Read More
Ada lagi satu cerita yang mau kubagi hari ini, yaitu tentang seorang bapak paruh baya yang berprofesi sebagai tentara dan memakai baju loreng-loreng khas pekerjaannya. Tadi sore, waktu hujan cukup lebat dan aku telah duduk manis dalam sebuah bus Agra Mas menuju rumahku, ada seorang tentara paruh baya yang masuk ke dalam bus dan langsung...
Read More
Barusan saja aku menonton tayangan “Orang Pinggiran” di stasiun televisi Trans7. Jujur saja, seringkali aku beranggapan bahwa stasiun televisi gemar memperjualbelikan rasa iba dan kasihan demi meningkatkan rating mereka dengan menayangkan kehidupan orang-orang yang kurang beruntung. Salah satunya adalah kisah tentang Wagimin dan Rohayati, sepasang suami istri yang buta. Bapak Wagimin dan Ibu Rohayati memiliki dua orang...
Read More
Lucu. Aku tidak bisa mengingat nama adik kecil ini sama sekali. Tetapi yang jelas, aku tidak akan pernah melupakan momen di saat aku bertemu adik kecil yang lucu ini. Kulitnya hitam manis. Bajunya sedikit kumal dan lusuh. Ya, ia tinggal di sebuah yayasan. Yayasan itu bernama Yayasan Senang Hati di mana sebagian besar dari mereka...
Read More
Semakin banyak perjumpaan, semakin banyak pulalah perpisahan yang akan dan harus hadir. Ya, memang berat. Aku tidak pernah menyukai berita duka, tidak pernah juga senang mengucapkan selamat tinggal. Lebih baik mengatakan “Sampai jumpa”, ketimbang harus mengucapkan “Selamat tinggal.” Mungkin bagi sebagian orang kedua frasa ini tidak ada bedanya. Keduanya sama-sama diucapkan ketika kita–atau aku, berpisah...
Read More
Ya, melepas yang harus dilepas. Sulitkah? Tentu. Butuh waktu yang cukup lama bagiku untuk melepaskan hal ini, ya hal ini. Bertahun-tahun aku terjebak dalam imajinasiku sendiri, bertahun-tahun aku terjebak dalam bayangan kesempurnaan. Hasilnya? Nihil. Melepaskan sama sekali berbeda dengan kehilangan karena melepaskan sesuatu berarti sesuatu itu yang harus menunggu kita untuk melepaskannya, sementara kehilangan…kita yang...
Read More
Pagi tadi, Minggu, 16 September 2012, aku mengikuti Misa Kudus di Paroki St. Laurensius, Alam Sutra. Misa pagi tadi terasa berbeda karena kami semua diiringi koor dari Papua juga ditemani seorang pastor dari Papua yang menemani Romo Nono. Sejujurnya, aku bukan seorang pendengar yang baik selama misa di gereja, tapi pagi tadi aku mendengarkan khotbah...
Read More
Kini aku bertanya, mengapa marah? Bertahun-tahun manusia memerangi rasa marah, berusaha meredam amarah yang seringkali menyesakkan dada. Rasa sakit hati, benci, marah, dendam, kesal, hingga muak menjadi alasan mengapa manusia sulit sekali mengendalikan amarahnya. Begitu juga dengan aku, ingin sekali aku menyalahkan masalah genetik sebagai alasan mengapa aku mudah sekali marah. Ingin sekali aku marah-marah...
Read More
Aku masih ingat sekali penerbangan yang kulewati pada tanggal 15 Agustus 2012 yang lalu. Hari itu adalah hari yang cukup panjang dan melelahkan, apalagi dua hari sebelumnya aku tengah menjadi panitia PSA FIB UI 2012 dan harus terjaga seharian penuh sejak pukul tiga pagi. Ah, tapi ini tidak penting. Yang penting adalah awal perjalananku di...
Read More
Hai, ini aku. 🙂 Sekali lagi, ini aku yang masih mencintai bunga matahari. Berbeda dengan tulisan-tulisan yang biasanya, kali ini aku akan bercerita tentang liburan sekaligus training yang kujalani di Bali selama 16 hari. Terima kasih banyak untuk Fadilla Dwianti Putri atas permintaannya sehingga aku memberanikan diri untuk bercerita tentang 16 hariku di Bali. Begitu...
Read More
1 2 3