Cerita di Sekeliling, Non-Fiksi

Tentara 5 Menit

Ada lagi satu cerita yang mau kubagi hari ini, yaitu tentang seorang bapak paruh baya yang berprofesi sebagai tentara dan memakai baju loreng-loreng khas pekerjaannya. Tadi sore, waktu hujan cukup lebat dan aku telah duduk manis dalam sebuah bus Agra Mas menuju rumahku, ada seorang tentara paruh baya yang masuk ke dalam bus dan langsung… Read More Tentara 5 Menit

Cerita di Sekeliling, Non-Fiksi

Wagimin dan Rohayati

Barusan saja aku menonton tayangan “Orang Pinggiran” di stasiun televisi Trans7. Jujur saja, seringkali aku beranggapan bahwa stasiun televisi gemar memperjualbelikan rasa iba dan kasihan demi meningkatkan rating mereka dengan menayangkan kehidupan orang-orang yang kurang beruntung. Salah satunya adalah kisah tentang Wagimin dan Rohayati, sepasang suami istri yang buta. Bapak Wagimin dan Ibu Rohayati memiliki dua orang… Read More Wagimin dan Rohayati

Cerita di Sekeliling, Non-Fiksi, Tulisan Acak

Kembali ke Perpisahan

Semakin banyak perjumpaan, semakin banyak pulalah perpisahan yang akan dan harus hadir. Ya, memang berat. Aku tidak pernah menyukai berita duka, tidak pernah juga senang mengucapkan selamat tinggal. Lebih baik mengatakan “Sampai jumpa”, ketimbang harus mengucapkan “Selamat tinggal.” Mungkin bagi sebagian orang kedua frasa ini tidak ada bedanya. Keduanya sama-sama diucapkan ketika kita–atau aku, berpisah… Read More Kembali ke Perpisahan

Cerita di Sekeliling, Non-Fiksi, Tulisan Acak

Melepas yang Harus Dilepas

Ya, melepas yang harus dilepas. Sulitkah? Tentu. Butuh waktu yang cukup lama bagiku untuk melepaskan hal ini, ya hal ini. Bertahun-tahun aku terjebak dalam imajinasiku sendiri, bertahun-tahun aku terjebak dalam bayangan kesempurnaan. Hasilnya? Nihil. Melepaskan sama sekali berbeda dengan kehilangan karena melepaskan sesuatu berarti sesuatu itu yang harus menunggu kita untuk melepaskannya, sementara kehilangan…kita yang… Read More Melepas yang Harus Dilepas

Cerita di Sekeliling, Non-Fiksi, Tulisan Acak

Mengapa Marah?

Kini aku bertanya, mengapa marah? Bertahun-tahun manusia memerangi rasa marah, berusaha meredam amarah yang seringkali menyesakkan dada. Rasa sakit hati, benci, marah, dendam, kesal, hingga muak menjadi alasan mengapa manusia sulit sekali mengendalikan amarahnya. Begitu juga dengan aku, ingin sekali aku menyalahkan masalah genetik sebagai alasan mengapa aku mudah sekali marah. Ingin sekali aku marah-marah… Read More Mengapa Marah?

Cerita di Sekeliling, Non-Fiksi

Bali dalam 16 Hari

Hai, ini aku. 🙂 Sekali lagi, ini aku yang masih mencintai bunga matahari. Berbeda dengan tulisan-tulisan yang biasanya, kali ini aku akan bercerita tentang liburan sekaligus training yang kujalani di Bali selama 16 hari. Terima kasih banyak untuk Fadilla Dwianti Putri atas permintaannya sehingga aku memberanikan diri untuk bercerita tentang 16 hariku di Bali. Begitu… Read More Bali dalam 16 Hari