Category

Tulisan Acak
Kamu tahu rasa itu? Rasa kehilangan. Kehilangan dia yang tidak pernah benar-benar menarik perhatianmu, tapi selalu memberikan bahunya untukmu bersandar. Selalu memberikan telinganya untukmu bercerita. Selalu memberikan candanya untuk menghiburmu. Di saat kamu berusaha melupakan dia yang lain, di saat yang sama pula dia selalu ada untukmu. Ternyata begini rasanya sepi. Akhirnya kamu tahu rasanya...
Read More
Sepertinya baru kemarin saya mendaftar les Bimbingan Tes Alumni atau BTA di SMAN 8 Jakarta untuk mempersiapkan diri supaya bisa diterima kuliah di Universitas Indonesia (UI). Sepertinya baru kemarin saya diterima magang dua bulan di majalah CosmoGIRL! Indonesia.
Read More
Pertanyaannya bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk kemarin, kemarinnya lagi, dan kemarinnya lagi. Sudahkah saya memeluk diri saya sendiri? Sudahkah saya membuat diri saya bahagia dan nyaman? Saya bukan orang yang bisa diam dalam satu tempat dan kegiatan untuk waktu yang lama. Ya, saya tipe manusia yang mudah sekali terjebak dalam kebosanan. Dan...
Read More
Saya tidak tahu harus mulai dari mana, tapi belakangan perasaan saya dilanda sesuatu yang tidak biasa. Jatuh cintakah? Risaukah? Saya tidak mau menggunakan kata galau–saya menghindarinya. Daripada sibuk menggambarkan betapa mendungnya hati ini, lebih baik saya berfokus pada sesuatu yang lain.
Read More
Lucu, bagaimana akhirnya saya mengerti cara Semesta bekerja. Bersama seorang teman, tadi sore saya pergi ke IFI Salemba untuk pertama kalinya dan untuk pertama kalinya pula saya menonton salah satu film Europe on Screen. Kami menonton sebuah film asal Bulgaria yang berjudul “Sneakers”. Film ini mengisahkan tentang enam anak muda yang kabur ke pantai di perbatasan...
Read More
Aku Sendu Rindu Debu Abu Ragu Malu Palsu Tamu Layu Semu Pilu Kaku Paku Rayu Sipu Beku Kelu Kamu
Read More
Bersenandung sore menikmati sisa-sisa hujan di kaca jendela Berdansa bersama tetes-tetes hujan yang masih ada di dedaunan Tertawa menatap langit sembari berharap tidak segera menjadi gila Hingga akhirnya memandangi tanah basah bersama cacing-cacing yang menggeliat Kembang dan kumbang sama-sama basah kuyup Semut masih mengantre sembako di rumah yang entah milik siapa Semuanya sibuk mencari Tiap-tiap...
Read More
Semakin banyak perjumpaan, semakin banyak pulalah perpisahan yang akan dan harus hadir. Ya, memang berat. Aku tidak pernah menyukai berita duka, tidak pernah juga senang mengucapkan selamat tinggal. Lebih baik mengatakan “Sampai jumpa”, ketimbang harus mengucapkan “Selamat tinggal.” Mungkin bagi sebagian orang kedua frasa ini tidak ada bedanya. Keduanya sama-sama diucapkan ketika kita–atau aku, berpisah...
Read More
Ini adalah sebuah perasaan yang tidak terdefinisikan. Perasaan yang aku rasakan karena telah dan tengah dikelilingi orang-orang yang tepat. Memberikan kebahagiaan yang tidak bisa dideskripsikan. Melewati banyak momen. Menghabiskan tawa bersama. Tersenyum. Ya, ini adalah perasaan itu.
Read More
1 2 3