5 Responses
  1. Salut deh sama kak Sefiiin, konsisten dengan Cerita Senja-nya.
    Saya mah apa ya cuma niat doang bikin cerita, tapi ketunda melulu 😉 *numpang curcol*

    1. Makasih banyak, Kaaak! ^^ Makasih udah baca.
      Ah, aku mah apa atuh, Kak, bikin cerita fiksi kan lebih gampang daripada bikin travel post yang rutin gitu. Kak Badai bikin jiper, deh. :”)
      Coba deh bikin cerita fiksinya, terus aku lebih rutin bikin travel post juga, deh. *fingercrossed*

  2. Secangkir kopi dan senja di sebuah kedai kopi di tengah sawa 1ef4 h. Cerita bermula dari aku yang berkomentar tentang senja sore itu yang disambut oleh cerita tentangnya dan bagaimana ia mencintai kopi juga tembakau yang dihisapnya. Tanpa terasa cerita demi cerita terangkai dengan manisnya dan selalu berakhir ketika senja nyaris tertelan gelapnya malam.

Leave a Reply