Membawa Keraguan

Ketika keraguan ini dibawa, tidak ada hal lain yang ingin aku lakukan selain menenggelamkan diri.

Ini adalah waktu yang sama sekali berbeda. Waktu di mana aku benar-benar merasa ragu. 

Di suatu siang, aku menerima sebuah e-mail dari salah seorang temanku di AS, namanya Sonja Basha. Kepada tiga belas peserta Young Women Leadership Training 2012 (YWLT 2012), Sonja mengirimkan beberapa buah pertanyaan sebagai bentuk refleksi akhir tahun.

Beberapa pertanyaannya pun membuatku terhenyak.

Apakah aku sudah benar-benar melakukan semuanya? Apakah tidak akan ada lagi penyesalan?

Yang jelas, aku belum benar-benar sanggup menjawab pertanyaan itu.

Dan malam ini, aku dikejutkan dengan pesan lain, sebuah pesan dari pasangan Sonja Basha, yaitu Barbara Jefferson.

Barbara menanyakan kabarku, karena katanya beberapa waktu belakangan aku muncul dalam pikirannya. 

Aku bingung.

Apakah aku benar-benar telah membawa keraguan? Bahkan membawanya pada teman-teman terdekatku juga…?

Reply