Bahasa Indonesia Catatan Perjalanan Non-Fiksi Uncategorized

Menelusuri Wajah Papua yang Lain

February 11, 2015

Siapa yang tidak kenal Raja Ampat? Kepulauan yang terletak di provinsi Papua Barat ini begitu populer dengan lautnya yang kerap disebut Amazon of the Sea karena keragaman biota laut yang begitu kaya. Tapi tidak, dalam postingan blog ini, saya tidak akan membahas tentang Raja Ampat. Bukan karena saya pernah mengunjunginya dan bosan pada Raja Ampat, namun karena saya sungguh penasaran dengan wajah Papua yang lain.

Tanah Papua, yang dulu dikenal sebagai Irian Jaya, menawarkan sejuta pesona yang hampir tidak dimiliki tanah di bagian Indonesia yang lain. Dengan segala keterbatasan dan terletak jauh dari ibukota negara, kehidupan di Tanah Papua terus berjalan.

Lalu pertanyaan beruntun pun akan muncul: “Jika kamu berkesempatan untuk pergi ke Papua bersama Amrazing, jika bukan ke Raja Ampat, kamu mau ajak dia ke mana? Kamu mau ajak dia melihat apa?”

Dengan semangat saya pun akan menjawab, “Ada banyak. Senja di Kaimana, whale sharks di Cendrawasih Bay, Puncak Jayawijaya, Honai atau rumah tradisional Suku Dani, Lembah Baliem…”

Ah… Baru membayangkan saja, saya sudah bisa tersenyum.

Namun bila ditanya ke bagian Papua mana saya ingin mengajak Amrazing pergi, saya ingin sekali mengajaknya mengunjungi kota Wamena. Tersembunyi di Lembah Baliem, Papua, saya amat penasaran akan apa yang ada di dalamnya. Dan sebagai sesama penggemar Jason Mraz, saya yakin bahwa Amrazing juga tertarik mengunjungi Wamena. Seperti kata Mas Jason, “The world as I see it, is a remarkable place…”  

Dunia ini begitu menakjubkan dan bepergian adalah salah satu cara untuk menikmati keajaibannya.

Lembah Baliem, Papua – sumber: www.indonesia.travel

Seorang teman yang berprofesi sebagai dive guide di Raja Ampat, baru-baru ini menceritakan pengalamannya berlibur ke Wamena. Dia juga tidak lupa memamerkan foto-foto perjalanannya. Saya iri bukan main, ketika dia memeragakan cara orang Wamena memberikan salam, yaitu dengan bersuara, “Wa wa wa wa wa wa…” terus-menerus dengan volume suara yang terus mengecil. Saya terbahak membayangkannya, sekaligus mengingat-ingat salam tersebut–berharap suatu hari nanti, saat bisa mengunjungi Wamena bersama Amrazing, saya dapat memeragakannya secara langsung.

Perempuan Asli Suku Dani – sumber: www.indonesia.travel

Selain memeragakan salam “Wa wa wa wa wa…”, saya ingin sekali mengajak Amrazing untuk bisa merasakan langsung pengalaman tinggal bersama orang-orang Suku Dani dengan menginap di rumah tradisional mereka yang biasa disebut Honai. Dan untuk mengenal adat, budaya, dan tradisi Papua yang masih begitu kental dan asli dengan lebih dalam, saya akan mengajak Amrazing untuk mengunjungi satu-satunya museum di kota Wamena serta berkeliling pasar di Wamena untuk melihat-lihat cinderamata.

Honai, Rumah Tradisional Suku Dani – sumber: www.indonesia.travel

Pasar di Wamena – sumber: www.travel.detik.com

Setelah itu saya akan mengajak Amrazing bertemu dengan anak-anak kecil di Wamena. Anak-anak Papua yang berambut keriting, berkulit hitam, dan bergigi putih–mereka yang tidak pernah segan memberikan senyum terlebar untuk setiap orang yang ditemui.

Keceriaan Anak-anak Wamena – sumber: www.travel.detik.com

Saya ingin mengajaknya untuk membantu anak-anak di Wamena dengan memberikan buku-buku bacaan, alat tulis, dan kalau bisa, membagikan sedikit ilmu yang kami punya untuk anak-anak di Wamena. Saya amat percaya bahwa pendidikan, sekecil apapun, dapat mengubah kehidupan seseorang. Dengan pendidikan, anak-anak Papua bisa membawa tanahnya menjadi tanah yang lebih maju.

Anak-anak Sekolah di Wamena – sumber: www.travel.detik.com

Mungkin saya bercita-cita terlalu muluk… Tapi, tidak ada salahnya bermimpi, kan?

Dan jika ada yang pernah bilang bahwa akses ke Papua itu sulit, saya akan menjawab dengan yakin bahwa bila kamu ingin pergi ke Wamena, kamu tinggal memesan tiket pesawat menuju Jayapura yang dilanjutkan dengan penerbangan ke Wamena. Kalau kamu ingin melihat-lihat isi kota Jayapura, kamu juga tidak perlu khawatir akan akomodasi, karena di Jayapura masih ada hotel berbintang yang cukup terkenal. Jadi, siapa bilang akses ke Papua itu sulit?

Kota Jayapura, Papua – sumber: www.informasi-jayapura.blogspot.com

Bandara Wamena, Papua – sumber: www.wikimedia.org

You Might Also Like

8 Comments

  • Reply christie lidwina February 11, 2015 at 5:16 pm

    Bagus sekali post-nya. Simple, rapi, dan menarik.

    • Reply sefiiin February 11, 2015 at 5:20 pm

      Terima kasih banyak! Terima kasih sudah mau mampir! 🙂

  • Reply Rabia Edra (@Rabiaedra) February 14, 2015 at 4:21 pm

    Suka banget sama tulisan ini, Fin!!

    • Reply sefiiin February 14, 2015 at 4:28 pm

      Thank you, Bia! 😘 Yuk, ke Papua! 😀

  • Reply sutiknyo February 19, 2015 at 9:18 am

    wih cucok cicik tulisannya… Mau dong diajak ke Papua juga 🙂

    • Reply sefiiin February 19, 2015 at 9:32 am

      hahahaha mau diajak ke Papua (lagi) maksudnya? 😛 Yuk, mz kita ke Papua lagi, mz~ maaci ya mz udah mampir dan membaca :3

  • Reply irul raja ampat February 23, 2015 at 11:03 am

    Keren fin, tpi lebih bagus kalo foto-fotonya kamu yg jepret sendiri

    • Reply sefiiin February 23, 2015 at 12:15 pm

      hihi karena aku belum pernah ke Wamena, aku nggak bisa pake fotoku sendiri, Rul… Thank you ya udah baca 😀

    Leave a Reply

    Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com