Non-Fiksi, Ulasan

Membawa Anida ke Papua

Sudah dua bulan berlalu sejak saya pertama kali bertemu dengan Anida Dyah tanpa sengaja di Jogjakarta. Anid, begitu dia biasa dipanggil, adalah sosok perempuan mungil yang ceria, dengan intonasi suara yang khas—begitu dewasa dan menenangkan. Dan kali ini, saya akan menceritakan bagaimana saya membawanya ke Papua.

Non-Fiksi, Tulisan di Tempat Lain

Menikmati Senja di Timur Indonesia

Seperti nama blog ini, Senja Moktika, saya selalu menemukan “Senja” sebagai sesuatu yang spesial. Senja yang memang lebih sering muncul dalam semburat jingga, selalu berhasil menenangkan mata dan hati. Barisan warna-warni senja bahkan lebih mencolok mata daripada tumpukan gulungan kain yang saya temui di toko-toko Passer Baroe.

Non-Fiksi, Ulasan

Membaca Perjalanan dalam Perjalanan (Ulasan buku The Dusty Sneakers)

Ini kali pertama saya membaca cerita perjalanan dalam sebuah perjalanan dari kacamata seorang pejalan. Di waktu-waktu sebelumnya, saya membaca dari kacamata seorang mahasiswi yang menulis skripsi tentang catatan perjalanan yang ditulis oleh perempuan. Meski dari kacamata yang sama sekali berbeda, membaca cerita perjalanan memang selalu menyenangkan, terutama ketika saya bisa menghubungkannya dengan pengalaman-pengalaman saya sendiri.