Rintik Hujan

Sore ini terasa berbeda, rintik hujan mengejar langkahku. Tidak biasanya aku buru-buru pulang karena hujan. Biasanya aku lebih suka duduk-duduk menunggu rintiknya turun hingga lelah sendiri dan berhenti membasahi tanah.

Warna langit begitu kelabu, mungkin juga suasana hatiku. Atau malah hatimu?

Perlahan aku memejamkan mata, membiarkan aroma tanah, hujan, dan angin masuk ke indera penciumanku.

Lambat laun aku sadar, hujan indah juga. Sejuk. Meski aku lebih sering membencinya karena matahari yang menyengat selalu lebih bersahabat–setidaknya, bagiku.

Terima kasih, hujan. Terima kasih untuk sore yang sejuk tadi.

Reply