The Invisible Man – Majalah Cerita Kita Tahun 2006

To : magnolia-bittersweet@x-net.co.id

Subject : miss u …

Hi, Nolia! Wazup? Aku sih di Canberra fine-fine aja. Minggu depan, sekolahku ada prom. Terus, aku juga bingung banget. Siapa gadis yang akan aku ajak ke prom? Kamu? Terlalu jauh, ya? Aku sebenernya nggak begitu mikirin prom. Tapi, aku malah mikirin kamu. Orang Indonesia itu tinggal di Canberra. Magnolia atau Nolia menarik nafas dalam-dalam. Nasibnya tragis sekali, ia kenal sama cowok ini sudah lebih dari 2 tahun dan memendam perasaannya. Cinta. Ia jatuh cinta pada orang yang belum pernah ia temui, lihat mukanya pun nggak! Cowok dari dunia maya itu mulai dekat dengan Nolia waktu jadi temen hi5[1]-nya. Kalau komputer bisa ngomong, pasti Nolia tahu semuanya. Ia membalas e-mail cowok itu.

To : colin76@x-net.co.au

Subject : Miss u too …

Aku juga mikirin kamu, Colin. Tapi, mungkin kita bisa ngomong panjang lebar kalo kita chatting. Kapan kamu ada waktu? Oh, iya. Aku juga baik-baik aja di sini. Kasih tau aku, ya. Thanks.

@@@

“Ma, aku pergi ke warnet dulu, ya. Aku ada janji sama Colin.” Nolia berdiri tepat di depan pintu.

“Kamu yakin? Udah jam 9 malem, lho. Besok aja lah. Lagi pula, Colin kan belum tentu ada. Dia hanya cowok dari dunia internet.”

Ia menelan ludah. Ia tahu sekali, mamanya benar. “Ma, aku juga mau ngerjain tugas Sejarah.”, katanya berbohong.

“Ya, sudah. Pulangnya jangan malam-malam. Hati-hati.”

“Iya, ma.” Jari-jari Nolia dengan lincah membalas pesan e-friend­[2]nya.

NoLiA:Btw, aq blh liat muka km? Kirimin ftony, dong.

CoLiN: Ga bs, aq ga maw km ngeliat muka ancur aq. Pasti km lgsg benci aq pas liat mukaq.

NoLiA: Trus, kpn aq bs liat mukamu? Aq penasaran bgt.

CoLiN: Aq jg ga tau, mungkin klo aq uda siap.

NoLiA: Jd, gmn?

CoLiN: Gmn apnya?

NoLiA: …

CoLiN: Jgn mrh. Aq pny good news bwt km.

NoLiA: Ap?

CoLiN: Aq maw blk ke Ind. Nt, qta ktmuan.

NoLiA: MASA? Serius? Kpn qta ketemu?

CoLiN: Qta ktmu krg lbh 1 ½ mgu lg. Mnt no.HP y, biar ktmuanny easy.

NoLiA:08761530374.C-U.G2G[3]. CoLiN:C-U2. Nite…

@@@

Seminggu kemudian …

Cewek itu memandang langit-langit kamar. Ia teringat akan kata-kata mama waktu itu. “ … Lagi pula, Colin kan belum tentu ada. Dia hanya cowok dari dunia internet.” Otak serasa berputar-putar. Sempat terlintas di benaknya bahwa Colin itu hanyalah manusia maya. Jangan-jangan, dia itu cewek lesbian yang naksir sama gue. Hiiiiy …, pikirnya. Nolia bergidik ngeri.

“AAARRGGHH!!! Kalo begini terus, gue bisa gila. Is he real? Mungkin, dia malah mainin gue. Tuh cowok  emang nyebelin! Kenapa gue suka sama orang yang nggak jelas sama sekali?” Nit … Nit … Backsound pengiring pesan yang masuk di komputer, mengagetkannya. Ia sudah hampir lupa bahwa ia sudah menyalakan komputer.    

         -Chatroom-

CoLiN: Hi! Lg ngapain km? Baik2 aja, kn?

NoLiA: Baik. Km? Aq lg bengong.

CoLiN: Mikirin aq, y? Aq lg chatting sm km.

NoLiA: Basi bgt sih? Btw, kpn km maw ke Ind?

CoLiN: Aq brgkat kira2 8 hr lg. Km nungguin y?

NoLiA: Iy, maybe.Blh taw no.penerbanganny?

CoLiN: Ad d, maw taw aj.Pnsran bgt y?

NoLiA: Pastiny. Pgn taw bgt!

CoLiN: Sori, I can’t. Km ga mrh kn?

NoLiA: Ditahan2 aj.

CoLiN: Y udh, d. Aq jg mw nonton Live @ Much Music.

NoLiA: Oh y, ud. C-U. Nite … CoLiN: C-U2.Nite …

@@@

Matanya membelalak kaget, tidak percaya akan apa yang dilihatnya kini.            

-Chatroom-

Nolia: Hi, pa kbr? Aq sih fine. Km?

Colin: Fine jg. Aq kangen km.

Nolia: Aq … jg. Tp, km bnr2 Colin kn?

Colin: Mksud km? Aq y, Colin.

Nolia: Hbs, aq ga ykn. Sm diriquw, jg km.

Colin: Knp?

Nolia: Kykny, aq …

Colin: Aq sayang km. Aq cnta km. Aq suka km. Km maw ga jd soulmate-quw?

Nolia: ????

Colin: I’m serious. Maw ga?

Nolia: Tgu smp aq ktm km. Thanks.

Colin: Ok. Nt aq kbrin.

@@@

Nolia kepikiran terus. Gimana nggak, the invisible man itu nembak dia secara tiba-tiba. Dia juga nggak tau mesti jawab apa. Nolia bingung, apakah Nolia udah kenal tuh orang luar dalam? Magnolia menyanyikan suatu lagu dalam hatinya …

It’s my first love[4]

What I dreamin’ on

When I go to bed

When I lay my head upon my pillow

Don’t know what to do

My first love

Listen I’m too young

Doesn’t even know

Which then I could I show him what I’m feelin’

Cause I’m feeling my first love

Nolia mengacak-acak rambutnya sendiri. “AAAARRRGGHHH!!! Apaan, sih? Kenapa mesti lagu itu? Emangnya, gue suka sama Colin?” Ia terdiam sesaat. “Colin?” Nolia berteriak histeris. Mungkin Colin adalah cinta pertamanya.

Biip … Biip … SMS masuk ke HP-nya Nolia. SMS itu bikin matanya melotot saking surprise­­-nya.

Nolia there? Aq Colin. Aq udh ad d Jkt. Bs qta ktm bsk? Thks.

Bs, kq. Kpn? Dmn? Thks.(dari : Nolia)

Bsk di Café Yellow, Kemang. Taw, kn? Jm 5 sore. Klo aq udh smpe, aq miscall. CU. Thks.

CU2 … (dari : Nolia)

@@@

Jam 16.55, Café Yellow, Kemang.

Nolia langsung gugup ketika tiba di tempat itu. Belum ada miscall dari  Colin. Memang belum waktunya, 5 menit lagi. Ia merapikan kembali penampilannya. Dag … Dig … Dug … Jantungnya berdegup kencang.

Dia kayak apa, ya? Pasti ganteng! Karena, kebanyakan orang dari luar negeri kan kece-kece, booo!!! Hihihi … Apa dia mirip Jesse McCartney? Pikirnya geli. Jesse McCartney: rambut messy look, mata ijo, pokoknya seksi, deh! Tapi, Colin kan masih orang Indonesia asli juga, walaupun belasteran. Kok gue suka asal, ya? Hahahaha … Jangan-jangan, dia kayak Marcel Candrawinata? Belasteran gitu, deh. Tinggi? Nggak tau. Lucu? Gue udah bisa nebak lagi. Rambutnya? Pasti keren. Hidung? Pasti mancung. Dia itu, cakep atau jelek kayaknya sama aja. Toh Colin yang naksir gue dan bukan gue yang naksir dia. Gue naksir Colin nggak, ya? Gue kok bisa bingung sama perasaan gue sendiri? Harapan gue, dia itu tipe cowok idaman yang selama ini gue cari-cari. Yang cakep, tinggi, ramah, baik, smart, n misterius gitu …

Mulut Nolia menganga lebar melihat jarum jam di café  itu menunjukkan jam 18.00. Ia sudah berpikir selama 1 jam, tidak ada miscall dari Colin, dan the invisible man itu pastinya belum datang.

Tenang, Nol. Dia belom dateng. Bukannya nggak dateng. Semua orang bisa telat karena berbagai alasan yang sama sekali nggak terduga, kan? Nolia menarik napas panjang sekali setelah berhasil menenangkan dirinya sendiri. Colin, where are you?

Tik … Tik … Tik … Tik … Jarum detik terus saja berjalan tanpa peduli nasib Nolia yang menunggu The Invisible Man-nya. Sudah lewat selama 15 menit. Lewat 20 menit, 25 menit, 30 menit, 40 menit … Jam menunjukkan pukul 18.45. Teet … HP-nya low bat. Sabar Nol, sabar, katanya pada diri sendiri.

Nolia menarik napas, ia ingin berteriak sekuat tenaga, agar Colin dapat mendengar suaranya.  Ia mau menunggu sama titik darah penghabisan. Untuk bertemu cintanya.

Pukul 22.00. Café itu akan tutup setengah jam lagi. Dan Nolia masih menunggu sementara dirinya adalah konsumen lonely yang cuma memesan cappuccino yang sama sekali tidak hangat lagi. Suara detik jam membuatnya mual.

“Mbak, udah waktunya café ini tutup. Mbak, bisa pulang sekarang.”

“Mbak, biarin saya nunggu 2 menit lagi. Lagian, sekarang baru jam 22.28. Plis ya, mbak.”

“Lagi nunggu orang ya, mbak?” Nolia mengangguk pelan.

“Ya, udah. Nanti kalo udah jam 22.30, mbak pulang aja ya.” Nolia mengangguk lagi. Pukul 22.30. Nolia berjalan lunglai keluar dari café. Mukanya kusut dan ia menitikkan bulir-bulir matanya, sedikit demi sedikit. Menangis, sesuatu yang jarang sekali dilakukan oleh seorang Nolia. Cuma gara-gara seorang cowok nggak jelas dan belum pernah ditemuinya. Cowok itu juga nggak datang saat itu. Nolia terpaksa menunggu selama 5 jam 30 menit 24 detik.

Untuk cowok jahat yang pernah bilang kalo dia naksir Nolia. Semua itu bohong! Gue nggak percaya kalo dia suka sama gue. Cukup! Apa buktinya? Ingkar janji sama gue? Tega banget sih, tuh cowok! Dia bikin gue sakit hati! Gue emang bodoh! Sialan! Nolia menyumpah-nyumpah dan memaki-maki di dalam hatinya sendiri.

Tangannya melambai-lambai mencari taksi yang kosong. 1, 2, 3, 4 … Belum ada yang berhenti. Kasihan Nolia! Ia harus sendiriandi malam hari seperti ini. Akhirnya, taksi ke-5 mau juga berhenti. Seorang cowok bertubuh tegap, berambut spike, dan ganteng, keluar dari taksi itu. Cowok itu pasti mau pergi ngedugem. Gue? Pulang dengan muka kusut. Huh!

“NOLIA!!!”

Kayak ada yang manggil gue, deh, pikir Nolia kemudian.

“Pak, saya nggak jadi naik taksi.” Taksi langsung menuju entah ke mana.

Nolia berlari mencari-cari dari mana asal suara itu. “NOLIA!!!”, panggil seorang cowok dari kejauhan.

Refleks, Nolia melambai-lambaikan tangannya ke arah si cowok. “Colin?” Cowok itu mengangguk.

“Nolia?” Keduanya saling menatap bingung. Nolia berdiri kaku sambil menunduk.

Colin berjalan mendekati Nolia dan memeluknya. “Tadi, aku mau nelepon kamu tapi nggak bisa. Aku juga ke rumah kamu. Kamu pernah ngasih alamatnya ke aku. Kata mamamu, kamu lagi di Kemang nungguin aku. Maaf banget, ya. Aku terlambat dateng. Ada urusan penting.” Nolia memandangi wajah Coling yang memelas.

“Nggak apa-apa. Tadi, HP-ku low bat.” Nolia langsung jatuh cinta. Semua kekesalannya hilang sudah. Itu karena sudah bertemu sama Colinnya.

“Colin, tolong anterin aku ke rumah. Aku udah ngantuk. Besok, kamu ke rumahku aja. Oke?” Colin menggangguk dan Magnolia The Princess tertidur di dalam dekapan The Invisible Man yang ternyata tidak invisible sama sekali. Cinta, dapatkah kau menebar cinta seperti yang dialami Nolia untuk kami semua? Tentu bisa …

@@@


[1] Program internet seperti friendster yang dulu banyak dihuni oleh orang luar negeri ketimbang orang Indonesia.
[2] E-friend : teman yang saling membalas e-mail.
[3] Bahasa chatting dan sngkatan dari get to go : harus pergi.
[4] Lagu First Love by Nikka Costa

Reply