CategoryFiksi

Dengan

D

Kita dengan keegoisan kita masing-masing.
Kita dengan perasaan pada satu sama lain-lain.
Kita dengan harapan segera bertemu kembali.
Kita dengan segala umbaran janji.
Kita dengan tumpukan imajinasi.
Kita dengan ketakutan untuk bersedih.
Kita dengan kekhawatiran akan tragedi.
Kita dengan segala upaya peneguhan hati.
Kita dengan berdiam diri.
Mulai bernyanyi.
Menari.
Tanpa henti.

Itu Saja

I

Ini adalah waktu di mana aku ingin terus tidur.
Tapi aku tidak mau mendengkur.
Tidak ada harapanku yang menyamai ini.
Untuk melawan kenyataan, dan memilih tinggal dalam imajinasi.
Itu saja.
Aku tidak ingin yang lain.

Betapa

B

Betapa waktu tak pernah menunggu
Aku ataupun kamu
Betapa waktu kadang memberi jemu
Betapa waktu kadang memberi rindu
Betapa waktu telah mengecohku
Betapa aku terus mengejar waktu
Berlalu
Berlalu
Berlalu.

Kesabaran yang Bebas

K

Telah berapa lama aku bersabar.
Tersenyum lebar.
Tidak sesumbar.
Jantung tak lagi berdebar.
Lalu kusadari rasanya hambar.
Kini semua kebas.
Aku kembali bebas.
Bebas.
Be…
Bas.

Tiga Cinta – Majalah Kawanku Tahun 2006

T

Pinkie, Gerald, dan Benji tertawa-tawa di lorong sekolah. Tiga orang sahabat yang duduk di kelas 2 SMU Cakra Buana itu, sangat riang pagi hari ini. Kebetulan pula, tiga orang remaja ini selalu sekelas sejak mereka duduk di bangku SMP, hingga sekarang. “Hari ini, kita jalan yuk! Gue bosen banget, masih awal tahun kita sekolah, gitu. Jadi, semangat buat sekolah nyaris nggak ada.”, ujar Pinkie...

Cewek di Kelas Sebelah – Majalah Hai Tahun 2006

C

Gue Yosua, kelas 3IPA2 SMA Budi Mulya. Di sekolah unggulan kayak begini, bisa dibilang gue cowok yang cukup perfect. Tapi, sekarang ada yang bikin gue penasaran. Lantaran, ada anak baru yang pastinya cewek di kelas sebelah, katanya jago ngelukis, baik banget, juga smart. My dream girl banget, tuh! Gue sih udah liat, tapi belom sempet kenalan. Dan gue, kadang mikirin dia terus. Sampe kebawa mimpi...

Senyum si Piercing – Majalah Kawanku Tahun 2006

S

Mentari pagi yang terik menyinari SMIP Jaya 1, sekolahku. Aku berada di ronde terakhir di sini. Ketika murid-murid lain tengah mengunyah makanan kantin, kami sedang asyik bercuap-cuap di pinggir lapangan basket. Sahabatku cowok, dan kini ia sedang menyeka air tubuhnya sehabis bermain basket 3 on 3. Di balik banyak piercing yang menggantung di wajah gantengnya, Dhany punya sesuatu yang lain. Kami...

Your sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.