Banyak orang bilang bahwa menulis adalah salah satu terapi terbaik bagi hati yang terluka. Atau mungkin dalam kasus saya, bagi hati yang gelisah.
Mendengarkan Kesedihan
Malam ini saya kembali terhenyak karena diri saya sendiri. Apa yang ada di dalam kepala saya tidak pernah bisa berhenti bekerja. Mencerna satu per satu perkara yang saya hadapi. Saya sering bertanya-tanya, tidak bisakah saya berhenti berpikir bahkan hanya untuk satu menit saja? Rasanya itu sebuah permintaan yang terlalu besar untuk seorang manusia yang menginjak usia dewasa. Memikirkan kata “dewasa” saja saya geli, karena saya selalu merasa anak-anak, dan saya senang karenanya.
Itu Saja
Ini adalah waktu di mana aku ingin terus tidur.
Tapi aku tidak mau mendengkur.
Tidak ada harapanku yang menyamai ini.
Untuk melawan kenyataan, dan memilih tinggal dalam imajinasi.
Itu saja.
Aku tidak ingin yang lain.
The Importance of Sportswear
I really like doing sports even though I realize that I am not really good at it. I love swimming ever since I was a little. I remember having a mini red swimsuit with skirt on it when I was like four. I love biking. I love jogging. I remember the time when I jump rope almost everyday when I was in Junior High.
Things People Said about Your Ex-Boyfriends
Last night, before I could really have a good sleep, I suddenly remember what people ever had ever said about my ex-boyfriends. I have found some of them very funny and amusing, so I decided to write them this morning.
Continue reading “Things People Said about Your Ex-Boyfriends”
Betapa
Betapa waktu tak pernah menunggu
Aku ataupun kamu
Betapa waktu kadang memberi jemu
Betapa waktu kadang memberi rindu
Betapa waktu telah mengecohku
Betapa aku terus mengejar waktu
Berlalu
Berlalu
Berlalu.
[…]
Kamu membuatku merasa ganjil,
dan ini menyenangkan.
Apa Kebahagiaan Terkecilmu?
Kebahagiaan terkecil saya hari ini adalah bisa menghabiskan waktu dengan biola mungil kesayangan—Moktika dan sebuah cello pinjaman. Sesederhana itu. Mungkin bagi kamu yang tidak memainkan alat musik, kebahagiaan sesederhana bermain Dota. Sejujurnya, saya pun tidak tahu bagaimana cara bermain Dota dan seasyik apa bermain Dota itu, tapi yang jelas, saya percaya bahwa masing-masing dari kita memiliki sumber kebahagiaan yang tidak bisa disamakan dengan orang lain.
Katanya,
Jangan mengasihani orang lain, kalau kamu tidak juga tahu apa makna ‘bersyukur’.
Terima kasih, Sayang.
A Message from NYC
She will always be my favorite lecturer. She encouraged me to write a thesis. She gave me tons of advice and suggestions that I needed the most.
And I could never forget her current message related to my question, “What career should I pursue?”:
“The more you produce (in writing, organization, and so on), the easier for me to give some suggestions. In any case, money is important but you should always remember that making something meaningful for you and your community is politically significant and emotionally fulfilling.”
Thank you so much, Kak Intan.